Archive for September, 2008

Lomba Photo “Kemenangan Hati Yang Fitri”

Wednesday, September 24th, 2008

Dalam rangka menyambut meriahnya hari kemenangan yang fitri dan lahirnya portal PasarKreasi.com, dihadirkan sebuah kompetisi photografi yang bertemakan “Kemenangan Hati Yang Fitri”, sebuah kompetisi yang memberikan kesempatan bagi anda para profesional photografer atau anda yang suka tentang photografi untuk berlomba menjadi yang terbaik dalam kompetisi ini yang digelar dari tanggal 15 September hingga 25 Oktober 2008.

Kompetisi ini bermaksud untuk memperkenalkan keberadaan PasarKreasi.com sebagai komunitas baru dalam dunia kreatifitas, khususnya komunitas fotografi, kepada publik dan masyarakat Indonesia dan juga bertujuaan untuk memberikan wadah bagi komunitas fotografi untuk mengembangkan kreativitasnya seluas mungkin dengan pemberian penghargaan sebagai imbalan atas kreativitasnya.

Tema Lomba adalah “ Kemenangan Hati yang Fitri“

Objek Foto
Seluruh obyek yang berkaitan dengan kegiatan religius pada bulan Ramadahan dan Idul Fitri. Obyek foto yang dihasilkan bisa langsung berkaitan dengan tema lomba ataupun bersifat simbolik.

Peserta Lomba
a. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di seluruh Wilayah Kesatuan Republik Indonesia
b. Warga Negara Asing (WNA) pemegang KIMS / KITAS yang berdomisili di Indonesia

Hadiah
Kompetisi ini memperebutkan total hadiah senilai 25 Juta Rupiah
dengan rincian sebagai berikut :
Juara 1 : Rp. 10.000.0000
Juara 2 : Rp. 7.000.0000
Juara 3 : Rp. 4.000.000
Harapan 1 : Rp. 2.500.000
Harapan 2 : Rp. 1.500.000

Waktu Perlombaan
Penerimaan / Upload Foto : 15 September 2008 s/d 25 Oktober 2008
Batas Akhir Penerimaan upload Foto : 25 Oktober 2008 pukul 23:59:59 WIB
Penjurian foto : 25 Oktober 2008 s/d 28 Oktober 2008
Pengumuman Nominasi dan Pemenang : 28 Oktober 2008 di Jakarta

Keterangan lebih lanjut, silakan ke www.pasarkreasi.com

Nur Aini Rakhmawati, si Mungil Jago Teknologi Informasi

Monday, September 22nd, 2008

Mentor Google Summer of Code 2008, Kembangkan Kluwek

Tak banyak wanita yang menekuni teknologi informasi (TI) secara profesional. Apalagi mencatatkan prestasi internasional. Nur Aini Rakhmawati adalah salah seorang di antara yang sedikit itu. Kecanggihan cewek tersebut dalam menyusun kode pemprograman diakui Google.

ANY RUFAIDAH

——

MELIHAT penampilannya, barangkali orang tak menyangka bahwa gadis mungil berjilbab besar itu gape mengoprek program komputer. Karena itu, ketika suatu kali dia diundang Google dalam sebuah acara, undangan tak menganggapnya sebagai programmer.

”Pas saya duduk sambil pegang komputer, banyak yang nyamperin dan bertanya, saya ini marketing produk apa?” katanya lantas tertawa.

Nur Aini adalah dosen Sistem Informasi, Fakultas Teknik Informatika, Institut Sepuluh Nopember (ITS). Dia menunjukkan kehebatannya ketika menjadi peserta Google Summer of Code (GSoC) 2007. Iin -panggilan akrabnya- berhasil mewujudkan software pengembangan Joomla, aplikasi open source yang banyak digunakan masyarakat.

Untuk menjadi peserta GSoC, bukanlah hal mudah. Dia harus bersaing dengan ribuan aplikan lain dari seluruh penjuru dunia. Bagi kalangan TI (teknologi informasi), even tersebut cukup bergengsi. Sebab, mereka bisa menimba ilmu langsung dari mentor yang ditunjuk Google. Khusus Joomla, di antara 6.000 aplikan, hanya 50 orang yang diterima. Iin merupakan satu-satunya dari Indonesia.

Tahun ini, giliran Iin menjadi mentor GSoC. Dia membimbing seorang peserta dari Filipina. ”Ya mungkin Google tahu kalau saya sudah banyak pengalaman dengan Joomla. Soalnya, setelah jadi peserta, saya juga direkrut jadi developer,” katanya lantas tersenyum. Bahkan, Iin tercatat sebagai wanita pertama dalam tim pengembang Joomla.

Kendati demikian, bungsu di antara enam bersaudara tersebut menganggap prestasinya itu tidak luar biasa. ”Sebenarnya banyak pria yang lebih hebat dari saya. Tapi, karena hanya sedikit perempuan yang profesional di IT, terutama untuk open source, saya jadi sorotan,” ungkapnya.

Menjadi satu-satunya wanita dalam GSoC sempat membuat dirinya canggung. Untunglah, rekan-rekannya dari berbagai negara mendukung. Sedikitnya wanita yang terjun secara profesional dalam bidang TI membuatnya tergerak.

Dia pun membuat milis khusus wanita yang membahas Linux, salah satu sistem operasi open source. Milis tersebut dibentuk karena sebenarnya banyak wanita yang ingin memahami Linux. Tapi, ketika bergabung dengan milis yang didominasi pria, mereka sering jadi bahan ejekan.

Cewek kelahiran Pasuruan, 20 Januari 1982, itu pun mengumpulkan kenalan wanita di dunia maya, membentuk milis yang diberi nama Kluwek. Mereka punya situs di http://kluwek.linux.or.id/. Sekarang anggota milis itu berkembang hingga ratusan orang. Anggotanya mulai mahasiswi hingga ibu rumah tangga. Tiap anggota punya julukan nama bumbu dapur.

Penyuka boneka penguin -simbol Linux- itu mengaku, menjadi programmer bukanlah cita-citanya. Impiannya sejak kecil justru menjadi dokter kandungan.

Segalanya berubah ketika dia bertemu sepupunya yang suka utak-atik komputer. Iin yang kala itu duduk di bangku SMA langsung berubah haluan dan ingin menjadi programmer.

Ketika niat tersebut disampaikan kepada orang tuanya, mereka mendukung penuh. Terutama sang ayah, Slamet Riyadi. Satu nasihat dari ayahnya yang dia ingat sampai sekarang memacu dirinya untuk terus belajar. ”Kalau kamu menekuni satu bidang, harus berusaha menjadi pakar di bidang tersebut,” ujar Iin menirukan ucapan sang ayah.

Meski berambisi menjadi pakar TI, Iin mengaku tahu diri. Dia punya jadwal yang harus dipatuhi. Dalam sehari, maksimal berada di depan komputer sampai pukul 22.00. Itu kebiasaannya sejak mahasiswa. ”Dulu kami tidak boleh di laboratorium di atas pukul sepuluh malam. Kebiasaan itu terbawa sampai sekarang,” jelas cewek yang menyelesaikan S-1 di Fakultas Teknologi Informatika ITS tersebut.

Entah karena penampilannya atau karena hal lain, Iin gagal mendapatkan visa ke Amerika Serikat. Padahal, dia mendapat beasiswa dari Grace Hopper Celebration of Women in Computing Conference. Itu merupakan pertemuan perempuan penggiat TI seluruh dunia.

Para peserta yang datang akan mendapat pelatihan untuk meningkatkan kemampuan. Karena proses seleksi beasiswa tersebut sangat rumit, Iin sangat gembira ketika terpilih. ”Duuh, syaratnya ribet banget. Tahun lalu saya sudah mengajukan. Tapi gagal. Baru tahun ini dapat,” katanya.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas, dia pun segera mengurus pembuatan visa. Awal September lalu, dia mengajukan permohonan. Tapi ditolak. Dua pekan kemudian, dia mengajukan lagi. Semua syarat yang dulu dianggap kurang, dilengkapi. Tapi, lagi-lagi ditolak.

Iin tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya tidak mendapat izin ke AS. Dugaan pertama, Juli lalu dia baru saja kembali dari Taiwan setelah 2,5 tahun menempuh pendidikan S-2 di National Taiwan University of Science and Technology.

Tapi, ada juga yang menyatakan karena penampilannya kurang meyakinkan sebagai dosen atau pakar TI. Intervensi Rektor ITS Priyo Suprobo pun tidak bisa membantu dirinya mendapat visa.

Meski urung berangkat ke AS, Iin tidak kecewa. Ada yang mengobati luka hatinya. Dia menerima tawaran dari tiga negara untuk melanjutkan pendidikan S-3. Bahkan, ada yang menawarinya pekerjaan lumayan bergengsi. Tapi, dia belum memutuskan. ”Saya ingin kuliah S-3 akhir tahun ini. Soal ke mana, saya belum tahu,” ujarnya lalu tersenyum.

Saat ini, Iin lebih banyak mengisi waktunya untuk mengajar di ITS. Bersama beberapa mahasiswanya, dia juga tengah menggarap program untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Nanti, program tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada pemerintah daerah yang menginginkannya.

”Saya ingin orang Indonesia maju. Tidak hanya sebagai pengguna, tapi juga bisa mengembangkan program sendiri,” tegasnya. (cfu)

Sumber: jawapos.co.id

Gagal Jadi Dokter, Sukses Jadi Pengusaha Kue

Sunday, September 21st, 2008

Inspiration Today

Bandung - Padahal cita-citanya menjadi dokter. Siapa yang tahu nasib membawanya sebagai pengusaha kue kering yang sukses. Berawal dari satu pegawai saja, Ina Rachmat (45) berhasil membangun image Ina Cookies dengan predikat The Most Creative Cookies.

“Sebenarnya cita-cita saya jadi dokter. Karena orang tua dokter saya pun menyukai segala hal tentang kedokteran,” tutur istri dari Rachmat ini.

Tapi perjalanan menuju cita-citanya itu terhambat sehingga melemparkan lulusan SMA 2 Bandung itu ke Akademi Bahasa Asing jurusan Bahasa Jepang.

Pernah mencicipi kerja sebagai karyawan PT Astra akhirnya Ina dan sang suami yang juga mundur dari PNS memutuskan untuk buka usaha bersama.

Sebelumnya, Ina dengan sang suami membuka usaha bersama bidang agrobisnis jahe di Cirebon namun gagal. Sampai akhirnya berbekal hobi membuat kue dan memasak yang dipupuknya sejak kecil Ina pun merintis usaha kue kering.

Awalnya hanya lima resep kue kering yaitu kastengel, nastar, kue salju, chips dan sagu. Dengan keuletan dan kreativitas, kini tak kurang dari 85 resep kue dimiliki Ina Cookies.

“Harus mikir terus jangan berhenti di satu titik,” tutur Ina mengemukakan alasan keberhasilannya. Selain itu juga harus menjaga kualitas bahan. Jangan sampai karena harga bahan baku naik lalu diganti dengan yang lebih murah.

“Saya tidak akan mengganti bahan baku meskipun harganya naik. Ya, saya naikan saja harga kuenya,” ujarnya. Dalam usaha tidak hanya untuk meraup keuntungan besar tapi juga berkualitas.

Kehalalan bahan baku pun jadi perhitungan. Ina menolak jika supplier tidak melakukan sertifikasi halal yang harus dilakukan tidak dua tahun sekali.

“Tidak hanya halal, tapi toyyiban. Tidak hanya halal tapi baik untuk kesehatan,” jelas Ina yang juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat dan kegiatan keagamaan ini. Ina pun selalu menanamkan kejujuran kepada para karyawannya.

Waktu juga yang akhirnya membuktikan produk Ina Cookies berkualitas. Terlihat dengan makin meningkatnya produksi terlebih di Lebaran 2008 ini yang ditargetkan 21 ribu toples.

Dari jerih payah ini pula Ina mendapat kesempatan untuk belajar membuat kue ke luar negeri dengan gratis dari supplier atas prestasi pembelian bahan baku yang melebihi target. Misalnya 2006 lalu Ina berangkat ke Taiwan dan November 2008 mendatang akan terbang ke Manila.

Ina berharap, ke depan dia bisa terus mempertahankan para karyawannya. Bahkan bisa menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja. Tak hanya melalui Ina Cookies tapi usaha-usaha lain yang sedang dirintisnya bersama sang suami.
(ema/ema)

Sumber: http://bandung.detik.com

Pesta Blogger Photo Contest 2008

Thursday, September 18th, 2008

Sehubungan dengan kegiatan nasional Pesta Blogger 2008, maka kami menyelenggarakan kegiatan “ Pesta Blogger Photo Contest 2008 “ . Beberapa photo terbaik akan dipilih untuk menjadi foto foto yang berhubungan dengan kegiatan resmi Pesta Blogger.

Kontes fotography ini terbuka untuk umum dengan tidak mengenal kategori usia dan tidak membatasi kemampuan fotography peserta. Serta terbuka untuk warganegara Indonesia dan penduduk asing yang tinggal di Indonesia sepanjang memiliki surat keterangan ijin menetap.

Dalam Pesta Blogger 2008 karena mengambil tema ‘ BLOGGING FOR SOCIETY ‘ yang menunjukan peran Blogger terhadap komunitas sekitarnya. Maka berarti obyek dan pengambilan foto harus mencerminkan salah satu dari kriteria dibawah ini :

  1. Solidaritas antar masyarakat dan fungsi fungsi kemasyarakatan

  2. Kesetiakawanan dan persahabatan antar manusia, maupun manusia dengan alam sekitarnya.
  3. Kegiatan kegiatan kemanusiaan seperti sukarelawan bencana alam, perbaikan lingkungan atau kegiatan gotong royong lainnya
  4. Dunia pendidikan termasuk bisa juga pelatihan blogging terhadap masyarakat
  5. Interaksi dan hubungan manusia dengan teknologi dan komputer
  6. Hubungan dan peran keluarga.
  7. Kegiatan yang bergubungan dengan rasa kebangsaan dan nasionalisme
  8. Human interest

Lokasi pengambilan photo harus di wilayah negara Republik Indonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi http://pestabloggerphotocontest.com

Lowongan CPNS Terbaru 2008

Thursday, September 18th, 2008

Mungkin ada yang berminat menjadi staff PNS, berikut ini ada beberapa lowongan terbaru penerimaan PNS di lingkungan Universita Brawijaya, maupun di lingkungan lain. Silahakan dikunjungi.. :lol:
1. Dosen dan staff di Lingkungan Universitas Brawijaya Malang

http://prasetya.brawijaya.ac.id/sep08.html#cpns

2. Dosen dan staff di Lingkungan Politeknik Negeri Malang

http://www.poltek-malang.ac.id/?pilih=lihat&id=860

3. Dosen dan Staff di Lingkungan Universitas Negeri Malang
http://www.malang.ac.id/um.lowongan/index.htm

4. Bakosurtanal
http://www.bakosurtanal.go.id/upl_document/cpns2008/

5. Dep. Pekerjaan Umum

http://www.pu.go.id/SPPNSPU2008.asp.asp

6. LIPI

http://cpns.lipi.go.id/